Inilah 7 Tanda “gaslighting” Dalam Hubungan

Gaslighting dilakukan agar seseorang mempertanyakan pemikiran, perasaan, kenyataan, bahkan kewarasan mereka. Tujuannya adalah agar ia bisa mendapatkan kontrol atas korbannya tersebut. Dilansir dari laman HaiBunda.com, gaslighting dalam pernikahan terjadi karena salah satu orang ingin mempertahankan kendali atas pasangannya. Terapis Andrea Papin, RTC dan Jess Jackson, LMT dari Trauma Aware Care mengatakan gaslighting dalam hubungan asmara terjadi karena mereka ingin berada di posisi yang benar dan pasangan selalu salah. Hubungan yang sehat tentu didasari oleh rasa hormat dan bisa menerima satu sama lain.

Dengan melakukan itu, korban tetap enggak berdaya dan terperangkap dalam gelembung keraguan diri dan ketidakamanan. Peningkatan kodependensi ini mempersulit individu untuk melepaskan diri dari situasi dan menjauhkan diri dari pasangan gaslighting mereka. Namun, kita tidak tidak dapat memaksa korban untuk meninggalkan hubungan tersebut. Sebagai orang terdekat, kita harus mencoba menguatkan korban secara bertahap.

Karena terlalu sering berada dalam situasi terintimidasi, korban gaslighting dalam hal hubungan yang tidak sehat akan sulit untuk membuka diri dengan hal baru. Umumnya, gaslighting bertujuan untuk melemahkan pertahanan, mematahkan semangat, terlihat tidak bersalah, dan membuat kebingungan dipikiran korban. Menurut Dr. Sarkis, penulis buku tentang gaslighting, mengatakan ada dua alasan utama seseorang melakukan gaslighting. Pertama adalah usaha terencana untuk mendapatkan kontrol dan kekuasan atas orang lain. Kedua, karena ia dibesarkan oleh orangtua gaslighter dan anak belajar perilaku-perilaku tersebut sebagai sebuah mekanisme pertahanan.

Tidak bisa dialihkan dengan mengkambing hitamkan,” jelas Ahmad Buchori. Curhatan Larissa Chou tentang Alvin Faiz yang tidak membimbingnya dan sempat berselingkuh viral di media sosial. Umumnya, seseorang yang melakukan gaslighting ingin mendapatkan lebih banyak kekuatan untuk melakukan berbagai taktik demi menguasai pasangannya. Dalam sebuah instastories Instagramnya, Alvin membuat satu unggahan yang menampilkan wajah anaknya yang berumur 4 tahun. Unggahan tersebut diberi keterangan yang menurut warganet sebagai bentuk gaslighting. Jika kamu merasakan beberapa hal di atas, mulailah untuk melihat kembali seperti apa hubunganmu berjalan, bicarakan dengan teman yang tepercaya, dan mulailah berpikir untuk mengubah dinamika hubungan kamu.

Apa itu gashlighthing

Jika Anda tidak bahagia atau bahkan tersiksa, tidak ada salahnya untuk mundur dan pergi demi kebahagiaan diri sendiri. Parents tidak perlu berkorban terlalu dalam untuk pasangan yang merupakan seorang gaslighter. Gaslighter sering memberi tahu sesuatu hal yang ingin didengar pasangan, tetapi pada kenyataannya melakukan hal yang berbanding terbalik dengan ucapan. Jika terjebak dalam siklus tersebut, korban akan terus merasa khawatir, gelisah, dan tidak bahagia selama hubungan terus terjalin. Pertama, coba untuk selalu memerhatikan setiap kata yang keluar dari mulut pelaku.

Menyamarkan komentar melecehkan dan negatif dengan kalimat ini adalah trik manipulasi klise. Pelaku mengatakannya buat melarikan diri dari tanggung jawab dan permintaan Daftar Situs Judi Slot Terpercaya 2021 maaf. “Gaslighting bisa muncul dalam hubungan karena merasa lebih berhak sehingga mengabaikan pengalaman pasangan yang kurang beruntung,” tambah Rosenberg.

Jatim Newsroom- Hubungan yang baik haruslah bertimbal balik, memunculkan rasa bahagia, dan saling mengahargai, serta menambah rasa percaya diri pada masing-masing individu yang terlibat. Sementara itu, hubungan yang tidak sehat atau hubungan manipulatif adalah hubungan yang hanya menguntungkan sebelah pihak. “Namun, kita tidak tidak dapat memaksa korban untuk meninggalkan hubungan tersebut.

Perlu diketahui bahwa gaslighting yang disengaja atau tidak merupakan salah satu bentuk manipulasi. Gaslighting dapat terjadi dalam banyak jenis hubungan, termasuk dengan bos, teman atau orangtua. Lebih parahnya lagi, gaslighting ini termasuk pelecehan dan manipulasi untuk segala jenis hubungan. Gaslighting bisa terjadi pada hubungan suami istri maupun antar keluarga dan teman-teman sekitar.

Gaslighting dapat terjadi dalam semua jenis hubungan, baik pribadi maupun profesional. Ini merupakan teknik umum yang digunakan oleh pasangan intim atau seseorang yang mencoba mengendalikan suatu kelompok besar seperti pemimpin suatu aliran. Pelecehan emosional gaslighting ini bisa terjadi dalam berbagai bentuk dan bisa terjadi pada siapa saja tanpa memandang ras, jenis kelamin, agama, atau orientasi seksual.