10 Tanda Gaslighting Dalam Pernikahan, Jangan Terjebak!

Jika si pelaku memberikan pujian sesekali, McNulty menyarankan agar kita tidak tertipu. Pujian tersebut bisa jadi hal yang membuat kita masuk ke dalam perangkapnya. “Apa pun yang mereka inginkan dari orang itu, mereka akan berbohong Situs Bola Online untuk mendapatkannya,” kata Patricia Pitta, seorang terapis hubungan. “Mereka berusaha mengendalikan orang lain untuk memenuhi kebutuhan atau keinginan mereka sendiri dengan cara yang manipulatif atau tidak jujur,” kata McNulty.

Akhirnya si anak kembali bermain bersama teman-temannya tapi dengan perasaan terluka dan merasa tidak dicintai. Jika Mama adalah seseorang yang sensitif, mungkin sulit untuk melihat anak mengungkapkan perasaan yang tidak nyaman, seperti kesedihan, kemarahan, atau frustrasi. Namun perhatikan bahwa reaksi pertama Mama mungkin bisa memperbaiki situasi atau menghancurkan suasana. [newline]Gunakan emosi tidak nyaman yang dialami anak sebagai kesempatan belajar satu sama lain. Terkadang orangtua merasa tidak aman atau ingin diakui keterampilan dan kemampuannya. Tetapi, ketika menyangkut dengan anak, sangat tidak sehat untuk menempatkan dalam situasi di mana orangtua mencoba untuk bersaing dengan anak, atau menunjukkan kepada anak seberapa pintar atau lebih baik Mama darinya. Melabeli anak dengan jenis kata-kata tersebut mendorongnya lebih jauh ke dalam perasaan bahwa ada sesuatu yang salah dengannya, ia mungkin merasa tidak pantas di dunia.

Dengan kata lain, pelaku dapat memanipulasi situasi sedemikian rupa, sehingga korban akhirnya percaya bahwa dia lah penyebab perilaku buruk si pelaku. Orang yang poisonous menggunakan jenis manipulasi ini untuk mendapatkan kekuasaan atas orang lain dengan memanipulasi anggota keluarga, pasangan, teman, dan bahkan rekan kerja. Dengan meyakinkan kalau semua orang di sekitarmu adalah pembohong , kamu pun menjadi gamang pada realitas yang sebenarnya.

Apa itu gashlighthing

Menurut ilmuwan psikolog dari SHINE Consulting Lina Karlina S.Psi, orang yang melakukan gaslighting biasanya memiliki kepribadian narsistik, yakni diktator dan sosiopat. Semua itu semata untuk kemudian membuatmu terus menyesal atas perbuatanmu seperti yang telah dijelaskan sebelumnya dan siap memberikan atau melakukan apapun untuk pelaku atau hubungan yang dimiliki. Dengan terus terjebak dalam siklus ini, kamu bahkan tidak akan menyadari bahwa kamu akan terus merasa gelisah, khawatir, atau tidak bahagia selama relasi ini berlangsung.

Mereka yang bermental stabil biasanya melakukan gaslighting untuk menutupi situasi tertentu, seperti perselingkuhan. Tetapi, rata-rata hal ini dilakukan oleh orang yang berkepribadian narsis dan sosiopat. Tentunya para gaslighter dengan mudahnya menguasai panggung hubungan domestik atau selainnya, seperti subordinasi . Realitanya sudah sejak dulu perempuan menempati peran yang lebih rendah dibanding laki-laki. Gaslighting sebetulnya bukan konsep anyar, istilah ini pertama kali muncul dalam movie psychological thriller tahun 1944 yang disutradarai oleh George Cukor berjudul Gaslight.

Pelaku akan memproyeksikan kebohongan di celah memori korban yang dibingungkan dan sudah tidak stabil untuk mengendalikan pikiran korbannya. Pelaku akan membingungkan memori korban dengan cara memutarbalikkan fakta dan berbohong pada korban tentang segala hal untuk mendapatkan keuntungan dari korban. Teknik manipulasi ini membuat korban jadi lebih tergantung terhadap pelaku untuk menentukan segala hal.